Peringati Isra Mi’raj, PTA Samarinda Soroti Pentingnya Iman di Tengah Gempuran Era Digital

Foto Bersama dengan H. Helminizami, S.H., M.H
SAMARINDA –Keluarga besar Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Samarinda menggelar acara Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Acara yang berlangsung khidmat ini mengusung tema "Menapak Jejak Rasulullah dalam Isra Mi’raj, Ikhtiar untuk Menolak Ekses Negatif dalam Era Digital". Kegiatan spiritual ini diselenggarakan di Aula Pengadilan Tinggi Agama Samarinda pada hari Selasa, 20 Januari 2025.
Acara dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan dan staf PTA Samarinda, termasuk Ketua PTA Samarinda Dr. H. Mame Sadafal, M.H., dan Wakil Ketua. Turut hadir pula para hakim tinggi, Ketua Pengadilan Agama dari Samarinda dan Tenggarong, Ketua Dharmayuktikarini dan anggota, perwakilan dari Dinas BPSDM Kaltim dan dinas ESDM, serta para purnabakti. Bertindak sebagai penceramah utama adalah H. Helminizami, S.H., M.H.
Acara yang dipandu oleh MC Hairunnisa, S.Kom., diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Drs. H. Asyakir, M.H. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia, Drs. H. Arpani, S.H., M.H., yang menyampaikan bahwa acara ini merupakan wujud kerinduan jamaah akan pencerahan spiritual.

Foto Sambuatan Ketua PTA Samarinda Dr. H. Mame Sadafal, M.H.
Dalam sambutannya, Ketua PTA Samarinda, Dr. H. Mame Sadafal, M.H., menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momen untuk merenungkan relevansi Isra Mi’raj di era modern. "Pesan penting dari Isra Mi’raj adalah pembuktian bahwa keimanan harus berada di atas logika, terutama dalam menghadapi tantangan Artificial Intelligence (AI) saat ini," ujarnya.
Beliau menggarisbawahi tiga poin penting untuk menghadapi era AI:
Tabayun Digital: Pentingnya verifikasi informasi untuk menangkal berita bohong.
Kecerdasan Spiritual: Menjaga spiritualitas agar tidak gersang di tengah kemajuan teknologi, dengan menjadikan salat sebagai puncak penghambaan.
Etika dan Keadilan: Menegakkan keadilan dengan rasa kemanusiaan sebagai cerminan ajaran Rasulullah.

Foto Pemberian Tausiah oleh H. Helminizami, S.H., M.H
Puncak acara diisi dengan tausiah oleh H. Helminizami, S.H., M.H. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan makna Isra sebagai perjalanan horizontal (hubungan antarmanusia) dan Mi’raj sebagai perjalanan vertikal (hubungan dengan Allah) yang puncaknya adalah perintah salat. Ia mengingatkan bahwa salat adalah kunci kehidupan dan amalan pertama yang akan dihisab di yaumil akhir.
"Untuk menghadapi tantangan zaman, kunci ajaran Islam diringkas dalam sabda Nabi: 'Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamah.' Inilah inti dari ketakwaan," jelas H. Helminizami.
Acara ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk memperkuat iman dan takwa seluruh keluarga besar PTA Samarinda, serta sebagai media refleksi untuk meneladani Rasulullah SAW dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya ekses negatif dari kemajuan teknologi dan era digital. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh penceramah. (kly)

Suasana Khidmat Isra Mi'raj
