Sharing Knowledge SAKIP: Langkah PTA Samarinda Wujudkan Akuntabilitas Kinerja Unggul

Sharing Knowledge SAKIP PTA Samarinda dan PA Se-Kalimantan Timur
PTASAMARINDA - Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Samarinda terus memperkuat budaya kerja berbasis kinerja dan akuntabilitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Sharing Knowledge SAKIP PTA Samarinda dan Pengadilan Agama se-Kalimantan Timur yang digelar secara daring pada Selasa, 25 November 2025, mulai pukul 14.00 WITA hingga selesai.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, yakni Bapak Hendra Basry, S.E., M.Ak., CFrA, Bapak Yusuf, S.E., Ak., C.A., M.A. dan Bapak Abu Samah, S.E., M.M., Ak., CA, ASEAN CPA, yang merupakan Auditor Ahli Madya Badan Pengawasan MA RI. Kehadiran ketiganya memberikan penguatan langsung terkait penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), mulai dari perencanaan kinerja hingga penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) yang berkualitas.
Mengusung tema “SAKIP Excellence: Membangun Perencanaan dan LKjIP Berkualitas untuk Akuntabilitas Kinerja yang Unggul,” kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons atas masih terbatasnya aparatur yang tersertifikasi SAKIP di wilayah PTA Samarinda. Karena itu, forum sharing knowledge ini diposisikan sebagai ruang strategis untuk meningkatkan kompetensi aparatur dalam memahami konsep SAKIP secara lebih mendalam, sekaligus memperkuat kualitas penyusunan dokumen perencanaan dan LKjIP di satuan kerja masing-masing.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua PTA Samarinda, Bapak Dr. H. Mame Sadafal, M.H. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan keterbukaan dalam membangun kinerja institusi yang unggul.
“Saya mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum ini sebaik-baiknya. Mari kita berdiskusi dengan terbuka, berbagi praktik baik, dan menyampaikan tantangan yang dihadapi masing-masing satuan kerja. Jangan ragu untuk bertanya dan menggali hal-hal teknis, karena inti dari Sharing Knowledge adalah saling menguatkan dan saling memperbaiki,” ungkap beliau.
Kegiatan kemudian dipandu oleh moderator Hamdani, S.E., M.M. Sepanjang sesi berlangsung, suasana diskusi terasa hidup dan interaktif. Peserta aktif mengajukan pertanyaan, menanggapi paparan narasumber, serta membagikan praktik dan tantangan implementasi SAKIP di lingkungan kerja masing-masing. Dinamika forum ini menunjukkan antusiasme aparatur peradilan agama se-Kalimantan Timur dalam memperbaiki mutu tata kelola kinerja.

Suasana Sharing Knowledge SAKIP yang diikuti secara interaktif oleh para peserta
Melalui kegiatan Sharing Knowledge ini, PTA Samarinda berharap terbangun keseragaman pemahaman dan penguatan kapasitas aparatur dalam menerapkan SAKIP secara efektif dan terintegrasi. Peningkatan kualitas perencanaan kinerja dan LKjIP diharapkan menjadi fondasi penting untuk mendorong akuntabilitas kinerja yang lebih terukur, transparan, dan berdampak, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan peradilan agama di Kalimantan Timur. (dmy)
