Wujudkan Transformasi Digital, PTA Samarinda Resmi Luncurkan Aplikasi TAPTA
Samarinda, Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Samarinda mengambil langkah strategis dalam modernisasi administrasi dengan secara resmi meluncurkan dan mensosialisasikan aplikasi "TAPTA" (Tata Administrasi PTA Samarinda). Acara peluncuran ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua PTA Samarinda, Drs. Rd Mahbub Tobri, M.H., dan dihadiri oleh seluruh aparatur PTA Samarinda di Ruang Command Center pada Kamis, 13 November 2025.

Pimpinan Pengadilan Tinggi Agama Samarinda beserta dengan Hakim Tinggi, Panitera, dan Sekretaris
Acara berlangsung dengan khidmat, diawali dengan pembukaan oleh MC. Memasuki acara inti, Wakil Ketua PTA Samarinda, Drs. Rd Mahbub Tobri, M.H., secara resmi meluncurkan aplikasi TAPTA, yang ditandai dengan pemutaran video launching yang menampilkan visi dan fungsionalitas sistem baru tersebut. TAPTA merupakan sebuah sistem manajemen digital yang dirancang khusus untuk mengoptimalkan proses administrasi di lingkungan PTA Samarinda. Aplikasi ini dibangun di atas tiga konsep utama untuk mendukung efisiensi kerja, yaitu Anytime and Anywhere , Paperless , dan Continuous atau berkelanjutan.

Suasana Kegiatan Launching dan Sosialisasi Aplikasi Tapta
Setelah peluncuran resmi, agenda dilanjutkan dengan sosialisasi penggunaan aplikasi TAPTA Versi 1 yang dibawakan oleh pengembang aplikasi, Arif Pribadi, S.Kom. Dalam paparannya, Arif Pribadi menjelaskan secara rinci berbagai fitur unggulan yang tersedia. Fitur-fitur tersebut mencakup Pengajuan Cuti, Pengajuan Izin, dan Pembagian SK Digital. Seluruh aparatur diinstruksikan untuk mengakses aplikasi tersebut dan menyarankan untuk segera mengganti password default demi keamanan akun.

Sosialisasi Penggunaan Tapta oleh Pengembang Aplikasi Arif Pribadi, S.Kom
Sesi sosialisasi berlangsung interaktif dan dinamis, di mana para peserta memberikan berbagai masukan konstruktif untuk penyempurnaan aplikasi ke depan. Panitera mengusulkan penambahan fitur persetujuan atau rekomendasi dari panitera setempat untuk pengajuan Cuti Panitera Pengganti Perbantuan. Sementara itu, Dessy Mustika meminta agar aplikasi dapat menampilkan informasi sisa cuti tahunan pengguna. Masukan teknis lainnya datang dari Hakim Tinggi Drs. Zainal Farid, SH.,MHES yang menyarankan penambahan fitur "Lupa Password" pada halaman login, dan Drs. Aderi, S.H. yang mengusulkan penambahan fitur foto profil pada akun pengguna. Selain itu, Ruliana meminta adanya fitur unggah dokumen pendukung untuk Cuti Lainnya, seperti cuti melahirkan atau cuti besar.
Menutup sesi diskusi, Wakil Ketua PTA Samarinda turut memberikan arahan pengembangan lebih lanjut. Arahan tersebut mencakup penambahan copyright © 2025 pada aplikasi, penyesuaian hak akses admin khusus untuk para pimpinan, serta menekankan urgensi pembuatan manual book sebagai panduan resmi penggunaan aplikasi bagi seluruh aparatur. (sfr)
