PIMPINAN PENGADILAN TINGGI AGAMA SAMARINDA IKUTI UPACARA PERINGATAN HARI PAHLAWAN TAHUN 2025
Samarinda - Hari Pahlawan kali ini Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda Bpk. Dr. Mame Sadafal, M.H. berserta Jajaran Forkompimda menghadiri Upacara peringatan Hari Pahlawan ke-80 dan Ziarah Nasional yang dilaksanakan pada Senin, 10 November 2025. Selaku Inspektur Upacara Wakil Gubernur Kalimantan Timur Ir Seno Aji, dengan tema "Pahlawanku Teladanku Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan". Acara tersebut dilaksanakan di Kompleks Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesuma Bangsa, Samarinda. Setelah upacara dilanjutkan kegiatan menabur bunga pada makam para pahlawan.


Bapak Dr.Mame Sadafal, M.H. turut menabur bunga pada salah satu makam pahlawan di TMP Kesuma Bangsa Samarinda
Sementara itu, di halaman depan kantor Pengadilan Tinggi Agama Samarinda, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda Bpk. Drs. Rd. Mahbub Tobri, M.H. juga memimpin upacara sebagai pembina upacara peringatan hari Pahlawan Tahun 2025 yang dilaksanakan pada pukul 07.30 wita. Upacara yang berlangsung khidmat dan lancar ini dikomandani oleh bapak Drs. Rumaidi, S.Ag. dan diikuti oleh seluruh hakim tinggi dan pegawai Pengadilan Tinggi Agama Samarinda. Acara upacara kali ini berbeda dengan yang lainnya karena dihadiri oleh Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama bapak Sutarno, S.IP., M.M. beserta rombongan, yang kebetulan berbarengan dengan kegiatan bimtek Pengelolaan PNBP. Selain itu upacara ini juga diikuti oleh beberapa Panitera pengadilan tingkat pertama yang menyempatkan mengikuti upacara peringatan hari Pahlawan sebelum melanjutkan agenda kegiatan bimbingan teknis tata kelola peneriman negara bukan pajak di hotel Harris, Samarinda.


Peserta Upacara Hari Pahlawan Tahun 2025



Pelaksanaan upacara hari pahlawan di halaman depan PTA Samarinda
Adapun pada kegiatan Upacara Peringatan Hari Pahlawan ini Wakil Ketua PTA Samarinda, Mahbub Tobri selaku Pembina Upacara menyampaikan amanat tertulis Menteri Sosial yang berisikan pesan bahwa “Para Pahlawan mengajarkan kita, bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, keikhlasan. Karena hal tersebut, ada beberapa hal yang kita perlu teladani dari para pahlawan bangsa yaitu kesabaran para pahlawan, mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi dan sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Kedua, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya. Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan ataupun meminta balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian.
Demikian letak kehormatan sejati, tidak pada posisi yang dimiliki tetapi pada manfaat yang ditinggalkan. Kemudian pada pandangan jauh ke depan. Di mana para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang. Untuk kemakmuran bangsa yang akan datang, untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai. Dan menjadikan perjuangan ini bagian dari ibadah, darah dan air mata mereka merupakan doa yang tak pernah padam. Menyerah artinya meninggalkan amanah kemanusiaan. Sehingga hari ini merupakan waktu untuk bersyukur dan berjanji kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih dan melayani dengan tulus.” Demikian amanat Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf. Seusai upacara, dilanjutkan dengan sesi foto bersama.



