Tiga Aplikasi Inovatif CPNS Warnai Sosialisasi Latsar di PTA Samarinda
Samarinda, 3 Oktober 2025 – Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Samarinda menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Inovasi Hasil Aktualisasi Latsar CPNS pada Jumat siang, 3 Oktober 2025, bertempat di Aula PTA Samarinda. Acara dimulai pukul 14.00 WITA dan dihadiri oleh Wakil Ketua PTA Samarinda, Drs. RD. Mahbub Tobri, M.H., para Hakim Tinggi, Panitera, Sekretaris, pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh Aparatur Sipil Negara PTA Samarinda. Jalannya acara dipandu oleh Putri Damayanti, S.Sos. selaku pembawa acara.

Foto: Wakil Ketua bersama dengan Mentor Peserta Latsar CPNS di Lingkungan PTA Samarinda
Sebelum presentasi dimulai, Drs. Karmin, M.H. selaku mentor memberikan pengantar. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pemaparan inovasi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Latsar CPNS, di mana peserta dituntut untuk mempresentasikan proyek aktualisasi yang telah mereka susun dan implementasikan. Proyek tersebut tidak hanya menjadi syarat kelulusan, tetapi juga merupakan bentuk nyata penerapan nilai-nilai dasar ASN yang berorientasi pada pelayanan, akuntabilitas, kompetensi, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

Foto: Peserta Latsar CPNS PTA Samarinda saat menyampaikan pemaparan inovasi dalam kegiatan Sosialisasi Hasil Aktualisasi Latsar
Pada kesempatan ini, tiga orang CPNS PTA Samarinda memaparkan inovasi yang mereka kembangkan dalam bentuk aplikasi berbasis digital. Hafiyyana Nurlitasari, S.I.Kom. mempresentasikan aplikasi SMART atau Sistem Manajemen Agenda Rapih Terpusat. Inovasi ini lahir dari permasalahan administrasi penjadwalan agenda pimpinan yang selama ini belum terkelola secara optimal. Agenda rapat maupun kegiatan sering tumpang tindih, perubahan jadwal sulit dipantau, serta koordinasi antarbagian belum berjalan efektif. Aplikasi SMART ditawarkan sebagai solusi untuk menghadirkan sistem penjadwalan digital yang terpusat, terintegrasi, dan akuntabel, sehingga agenda pimpinan dapat dikelola lebih efisien, minim risiko benturan, serta mendukung kelancaran koordinasi kerja.
Inovasi berikutnya dipaparkan oleh Lustiyani, S.T., yang mengembangkan aplikasi SIPATEN atau Sistem Informasi Pengajuan ATK Elektronik. Aplikasi ini dirancang untuk menjawab persoalan tata kelola permohonan alat tulis kantor yang masih manual dan berbasis kertas. Proses pengajuan yang sebelumnya lambat, berjenjang, dan rawan kesalahan pencatatan kini dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi SIPATEN. Sistem ini memungkinkan pengajuan permohonan dilakukan secara real-time, terdokumentasi dengan baik, serta mudah dipantau statusnya. Dengan adanya digitalisasi ini, administrasi permohonan ATK menjadi lebih efisien, transparan, dan mendukung kebijakan paperless office.
Sementara itu, Sofyan Rifai, S.T. memaparkan inovasi berupa aplikasi SULTAN atau Solusi Layanan IT Terpadu dan Andal. Aplikasi ini ditujukan untuk mengatasi belum optimalnya tata kelola layanan dukungan teknologi informasi di lingkungan PTA Samarinda. Selama ini, permintaan bantuan IT kerap disampaikan melalui berbagai jalur informal, mulai dari pesan singkat, telepon, hingga lisan, yang mengakibatkan laporan tersebar dan berpotensi terlewat. Melalui SULTAN, seluruh permintaan dukungan IT akan dihimpun dalam satu sistem tiket digital yang terintegrasi, sehingga memudahkan pencatatan, pemantauan, serta evaluasi layanan. Dengan adanya sistem ini, penanganan layanan IT dapat berjalan lebih cepat, transparan, terukur, dan akuntabel.
Ketiga inovasi ini dikembangkan dengan pendampingan mentor, yakni Drs. Karmin, M.H. yang mendampingi Hafiyyana Nurlitasari, serta Drs. Muhamad Dihan, M.H. yang membimbing Lustiyani dan Sofyan Rifai. Para mentor berperan penting dalam memberikan arahan sekaligus memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan tetap sesuai dengan kebutuhan organisasi dan selaras dengan kewenangan CPNS.

Foto: Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dan saran konstruktif
Setelah seluruh peserta Latsar memaparkan inovasinya, kegiatan berlanjut dengan sesi tanya jawab. Diskusi berlangsung hidup dan interaktif, ditandai dengan beragam masukan konstruktif dari para pejabat dan pegawai yang hadir. Yusticia Herlambang, S.Sos., misalnya, mengusulkan agar aplikasi SMART dilengkapi fitur notifikasi pada perangkat seluler, serta menyampaikan harapan agar aplikasi SULTAN dapat benar-benar direalisasikan. Sekretaris PTA Samarinda, Hamdani, S.E., M.M., menambahkan catatan penting terkait tampilan aplikasi SMART yang dinilai perlu diperbaiki agar lebih menarik dan ramah pengguna. Ia juga mengapresiasi aplikasi SIPATEN yang dianggap sudah mampu mengakomodasi pengelolaan stok ATK dengan baik, sekaligus mengajukan pertanyaan mengenai sasaran utama pengguna aplikasi SULTAN. Sementara itu, Hakim Tinggi Drs. Rusliansyah, S.H., memberikan masukan agar aplikasi SMART dilengkapi fitur tambahan berupa evidence agenda sebagai penguat validitas informasi.
Wakil Ketua PTA Samarinda, Drs. RD. Mahbub Tobri, M.H., dalam arahannya memberikan apresiasi atas upaya dan kreativitas para CPNS. Beliau menekankan pentingnya komitmen untuk terus menyempurnakan aplikasi yang telah dibuat, baik dari sisi tampilan maupun fitur, sehingga benar-benar bermanfaat bagi satuan kerja. “Inovasi yang dipresentasikan hari ini sangat baik dan relevan dengan kebutuhan organisasi. Semoga ke depan aplikasi-aplikasi ini dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan, sekaligus menjadi inspirasi bagi satuan kerja lain,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan inovasi hasil aktualisasi Latsar CPNS tidak hanya menjadi produk akademis semata, tetapi dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung modernisasi administrasi serta peningkatan kinerja PTA Samarinda secara keseluruhan. (lyn)
