PEMBINAAN MENTAL “PILIHAN HIDUP” DAN MONITORING EVALUASI MINGGUAN PENGADILAN TINGGI AGAMA SAMARINDA
Samarinda | 18 April 2022
Bertempat di Ruang Rapat Utama PTA Samarinda pada hari Senin tanggal 18 April 2022, telah dilangsungkan pembinaan mental yang diikuti oleh segenap karyawan/karyawati Pengadilan Tinggi Agama Samarinda. Adapun pembinaan mental kali ini disampaikan langsung oleh salah satu Hakim Tinggi dari PTA Samarinda yakni Dr. Hj. Lailatul Arofah, M.H. pada pukul 08.15 WITA yang mengusung tema “Pilihan Hidup”.
Dalam tausiahnya Dr. Hj. Lailatul Arofah, M.H. menyampaikan bahwa dalam setiap kehidupan, manusia akan senantiasa dihadapkan oleh berbagai macam pilihan. Pilihan yang akan dijalani baik dalam sebuah pekerjaan, profesi ataupun kegiatan yang akan dilakukan. Untuk itu, sebagai manusia kita harus berusaha untuk menentukan pilihan yang terbaik bagi kehidupan kita. Dan salah satu pedoman yang dapat kita ikutii alah Al-Qur’an.

Selanjutnya beliau memaparkan bahwa Al-Qur’an telah memberikan gambaran jelas bagi manusia terkait jalan-jalan yang dapat ditempuh, baik jalan menuju surga mau pun jalan menuju neraka. Jalan menuju surga biasanya dihiasi dengan sesuatu yang kurang menyenangkan, sedangkan jalan menuju neraka selalu dipenuhi dengan hal-hal yang menyenangkan.
Kemudian dalam Qs Al Fatirayat 32 juga dijelaskan bahwa ada tiga golongan orang-orang beriman, diantaranya ظالم لنفسه (orang yang menzalimi diri sendiri), مقتصد (pertengahan) dan سابق بالخيرات (yang lebih dahulu berbuat kebaikan) dengan izin Allah.
ثُمَّأَوْرَثْنَاالْكِتَابَالَّذِينَاصْطَفَيْنَامِنْعِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْظَالِمٌلِنَفْسِهِوَمِنْهُمْمُقْتَصِدٌوَمِنْهُمْسَابِقٌبِالْخَيْرَاتِبِإِذْنِاللَّهِ ۚ ذَٰلِكَهُوَالْفَضْلُالْكَبِيرُ
Para Ulama’ banyak yang menafsirkan bahwa golonganظالم لنفسهadalah golongan orang yang lebih banyak dosa/keburukannya dari pada kebaikannya, sedangkan مقتصد adalah orang yang imbang antara kebaikan dengan keburukannya, sementara سابق بالخيرات adalah orang yang sangat banyak kebaikannya daripada keburukannya.
Di akhir pembinaan mental, Dr. Hj. Lailatul Arofah, M.H. menyampaikan bahwa sebagai mahluk Allah SWT yang berakal, manusia harus senantiasa menimbang setiap pilihan-pilihan yang ada dalam hidupnya. Apakah pilihan tersebut akan mendatangkan manfaat atau malah justru mendatangkan mudarat. Selanjutnya dalam menerima informasi hendaknya membiasakan diri untuk bersikap tabayyun, melakukan klarifikasi dan meneliti bukti, membiasakan saring sebelum sharing, agar tidak terjebak pada berita-berita hoax yang dapat mengantar pada penyebaran fitnah dan adu domba. Selanjutnya kita memaksimalkan ikhtiar menggapai jalan terbaik menuju ridlo Allah yang kelak akan mengantar kita semua ke dalam Jannah-Nya.
Setelah usai melangsungkan pembinaan mental, PTA Samarinda kemudian melanjutkan kegiatan dengan evaluasi mingguan rutin pada pukul 8.40 WITA yang dipimpin langsung oleh KPTA Samarinda, Dr. H. Imron Rosyadi, S.H., M.H. Dalam rapat ini, KPTA membuka kegiatan evaluasi dengan penghimbauan terkait bahaya berita hoaks yang saat ini sedang marak terjadi di media sosial serta sikap tepat yang dapat dilakukan guna mengatasinya.

Selanjutnya dalam monitoring dan evaluasi kali ini, KPTA memaparkan beberapa hal penting yang harus dilakukan guna meningkatkan kualitas sarana dan kinerja di PTA Samarinda, diantaranya sebagai berikut :
- Peningkatan kualitas ruang sidang PTA Samarinda
- Penataan ruang arsip PTA Samarinda.
- Penyampaian rencana progress peningkatan pelayanan prima yang bersifat sustainable.
- Persiapan tindaklanjut hasil survei semester II PTA Samarinda.
- Peningkatan kualitas briefing bagi para PPNPN di lingkungan PTA Samarinda.
Tidak lupa pada akhir rapat, KPTA Samarinda menyampaikan harapan agar kualitas sarana dan kinerja PTA Samarinda menjadi lebih baik untuk kedepannya sehingga dapat terciptanya pelayanan PTA Samarinda yang prima.
