PEMBINAAN MENTAL: HIKMAH PERINTAH PERJALANAN PARA NABI ALLAH
Samarinda | 14 Februari 2022
Pengadilan Tinggi Agama Samarinda senantiasa menjaga konsistensi untuk selalu melaksanakan Apel pagi dan pembinaan mental pada setiap hari Senin. Pembina Apel Drs. Wahyudi, S.H., M.H. dalam amanahnya menyampaikan agar mengevaluasi pekerjaan minggu yang lalu dan merencanakan kegiatan dalam minggu ini, diantara kegiatan yang harus dipersiapkan adalah wisuda Purnabakti YM Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Samarinda, Drs. H. M. Manshur, S.H., M.H. dan Turnamen exhibition Tenis meja.

Peceramah, Drs. Wahyudi, S.H., M.H. mengawali ceramah dengan pantun:
Burung merpati burung garuda,
Terbang ke udara membelah angkasa
Selamat pagi salam Bahagia
Bagi Bapak / Ibu semua yang masih berjiwa muda
Burung dara hinggap di menara
Mencari makan, menyusuri tepian
Yang sekarang tua , dulu pernah muda
Yang Ibu-ibu cantik menawan – Bapak-Bapak tampan rupawan
Jangan dikonotasikan tua itu sering sakit, bicaranya tidak jelas, sering lupa/ pikun. Lebih baik dibangun mindset bahwa tua itu lebih arif/bijaksana,lebih tawadlu’, lebih sabar dan lebih rajin beribadah.
Al-Kisah
Pada suatu hari Kyai ditanya oleh pendeta. Apa kesan pak Kyai tentang Al-Qur’an, kata pendeta, saya baca al-Qur’an itu morat-marit, tidak sistematis. Lalu Kyai menjawab yang mana ayat yang anda anggap morat-marit. Lalu pendeta menyampaikan contoh Surat Al-Isro’ ayat 1-3 mengapa ayat satu menjelaskan Isro’ / perjalanan Nabi Muhammad, lalu ayat dua menceritakan tentang Nabi Musa dan ayat tiga menceritakan Nabi Nuh? Pak Kyai menjawab: Al-Qur’an itu pedoman, bukan kitab hukum atau kitab sejarah, akan tetapi di dalamnya ada aturan hukum ada juga berbagai kisah/ sejarah. Kalau kitab Hukum pasti akan membuat pasal-pasal secara berurutan dan kalau kitab sejarah juga akan dikisahkan/diuraikan satu -persatu kisah secara berurutan. Lebih jauh Bapak Kyai menguraikan:
Al-Isra’ ayat 1-3, namanya saja al-Isra’ yaitu perjalanan maka ketiga ayat tersebut menceritakan perjalanan yang intisarinya diharapkan sebagai pedoman:
- Perjalanan Rasulullah (dari masjidil haram ke masjidil Aqsho .lanjut ke sidrotul muntaha dalam semalam)
- Lalu Nabi Musa juga pernah melakukan perjalanan, dikisahkan Nabi Musa melakukan perjalnan selama 40 hari untuk bertemu Nabi Khidir
- Perjalanan Spiritual Nabi Nuh menaiki bahtera selama 105 hari, perintah untuk membuat kapal diawali dari menanam kayu jati butuh waktu berpuluh-puluh tahun.
Perjalanan para Nabi / Rosul Allah tersebut mengandung makna:
- 1.Tujuan Isro’-mi’roj untuk mempelajari tanda-tanda kebesaran Allah artinya Semakin jauh berjalan harusnya semakin meningkat keimanan kita.
- Perjalanan Nabi Musa, awalnya ada pertanyaan dari kaumnya adakah orang yang lebih pandai dari anda, lalu Nabi Musa menjawab : saya adalah Rasulullah, saya lebih pandai daripada kalian, Lalu Allah memerintahkan Nabi Musa untuk belajar kepada seseorang yang diberi ilmu oleh Allah secara langsung. Artinya kita harus banyak belajar.
- Perjalanan Nabi Nuh, merupakan wujud “Abdan Syakuuro”.
Berikutnya penceramah menyampaikan bahwa kita pun bertugas di Pengadilan Tinggi Agama Samarinda berangkat dari berbagai daerah untuk melaksanakan perintah Allah, maka hendaknya kita patri tekad kita untuk memenuhi 3 unsur dari perjalanan para Nabi/ Rasul Allah di atas.

Acara dilanjutkan dengan arahan dari Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda mengenai hal-hal berikut:
- Inti sari kegiatan Apel dan pembinaan mental adalah menegaskan Kembali “bekerja adalah Ibadah dan berprestasi itu Indah”;
- Mari bersama-sama terlibat dalam berbagai kegiatan yang telah dicanangkan bersama. Itulah kunci suksesnya seluruh kegiatan kita;
- Untuk kegiatan Wisuda Purna, secara garis besar sudah terselesaikan,namun masih banyak yang harus dikoordinasikan;
- Setelah Wisuda purna acara dilanjutkan dengan ramah-tamah dan perpisahan, dengan petugas dari intern PTA, tapi dikoordinasikan dengan pihak protokoler Pemda;
- Secara garis besar tenes meja dengan Bapak Wakil Gubernur itu adalah dengan dinas-dinas Vertikal yang sekaligus sebagai acara perpisahan KPTA. Dan untuk konsumsi akan dikoordinir oleh Ibu-Ibu Dyk Pengadilan Tinggi Agama Samarinda.
Acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Bapak Waka Pengadilan Tinggi Agama Samarinda, diantaranya membahas hal-hal berikut:
- Persiapan Wisuda Purna , perlu komunikasi dan koordinasi dengan Badilag
- Konfirmasi kehadiran harus disebut nomor telpon yang ditunjuk dan deadline waktunya dan usai acara ini perlu cek lis persiapan seluruh rangkaian acaranya;
- Untuk eksibishi tenes meja usai acara ini dirapatkan kembali.
- Wakil Ketua selaku Koordinator Pengawas, telah membuat rencana untuk pembinaan dan pengawasan mulai Maret 2022. Materi pengawasan meliputi :
- Manajemen Peradilan;
- Administrasi Peradilan dan Persidangan;
- Kinsatker;
- Administrasi kesekretariatan;
- Implementasi Kebijakan Badilag dan PTA.
7. Selain jadwal pengawasan ke daerah juga telah disusun jadwal Pendampingan Pembangunan Zona Integritas.
8. Diharapkan segera update SK Majlis Hakim, SK Hakim Pengawas Bidang, SK penunjukan pemakaian kendaraan dan laptop untuk Waka.
Setelah pembinaan dan pengarahan acara dilanjutkan dengan rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua.
