PEMBINAAN DAN PENDAMPINGAN PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS SECARA VIRTUAL
Samarinda | 27/07/2021
Pada hari Selasa, tanggal 27 Juli 2021 di ruang Aula, Pengadilan Tinggi Agama Samarinda melakukan Pembinaan dan Pendampingan Pembangunan Zona Integritas kepada seluruh satker yang berada di wilayah Pengadilan Tinggi Agama Samarinda. Pembinaan dan pendampingan dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda, Drs. H. Manshur, SH., MH.
Pembinaan dan Pendampingan Pembangunan Zona Integritas dilakukan secara virtual melalui Zoom meeting dan diikuti oleh unsur Pimpinan masing-masing satker.

Dalam kesempatan ini, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda menyampaikan upaya pengembangan beberapa inovasi unggulan Pengadilan Tinggi Agama Samarinda antara lain :
1. SIADPADU merupakan pengembangan dari SIPESUT (SIPESUT dengan Hardcopy, sedangkan SIAPADU menggunakan user name dan password dengan Perjanjian Kerja Sama dengan Disdukcapil), dan meminta testimoni dari pihak pengguna layanan. Selain itu, secepatnya satker yang belum membuat PKS dengan Disdukcapil untuk segera berkoordinasi dengan Disdukcapil;
2. Aplikasi cuti secara online akan segera di-launching, Arsip Digital dan Tata Kelola Persuratan juga akan dikembangkan;
3. Inovasi kebijakan: Percepatan penyelesaian perkara dan pengaduan;
Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda lebih lanjut menyampaikan bahwa saat ini segala kebijakan harus direspon dengan cepat. Budaya menunda pekerjaan harus ditinggalkan jauh-jauh.

Dalam rangka perjuangan menuju WBK dan WBBM semua satker hendaknya mencermati catatan-catatan dari Kemenpan RB sebagai bahan evaluasi untuk melanjutkan perjuangan sesuai tahapannya. Yang telah WBK harus menjaga konsistensi apa yang telah dilakukan dan segala inovasi yang telah dilahirkan harus terus dikembangkan sehingga nampak perubahan yang nyata dan dirasakan manfaatnya.
Waktu penilaian sudah semakin dekat, dan insya Allah tanggal 30 Juli 2021 akan diumumkan satker mana saja yang lulus dalam penilaian TPI (Tim Penilai Internal), oleh karena itu data responden (customer based dan customer list ) harus disiapkan, semua pihak diharapkan memaksimalkan ikhtiar agar semua lulus baik yang menuju WBK, terlebih yang berjuang menuju WBBM. Seluruh komponen yang ada hendaknya dikerahkan untuk mengatasi kekurangan-kekurangan yang ada.
Pada akhirnya, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda berharap perjuangan menuju WBK maupun WBBM berhasil, akan tetapi setelah berusaha dengan maksimal, maka sebagai seorang Mukmin kita harus bertawakkal, menyerahkan segala hasil usaha kita kepada Allah.
