banner ptaa

 

Ditulis oleh Admin Kesekretariatan 1 on . Dilihat: 31262

Kaum Mukminin Itu Satu Tubuh

(Refleksi Terhadap Penjajahan Zionis Israel atas Bumi Palestina)

Oleh: Dr. Drs. H. Moh. Faishol Hasanuddin, S.H., M.H.

Rasulullah mengibaratkan satu Mukmin dengan Mukmin yang lainnya bagaikan anggota badan dalam satu tubuh. Beliau bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Artinya, “Perumpamaan kaum mukminin dalam saling mencintai, saling mengasihi dan saling menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR Muslim).

Rasulullah juga memberikan gambaran tentang keeratan hubungan saling mengasihi dan menyayangi antara sesama orang beriman itu dengan kecintaan dan kasih sayang terhadap diri pribadinya sendiri. Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ - خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ " رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Artinya: "Dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, pembantu Rasulullah saw, dari Nabi saw bersabda, 'Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.'" (HR. Bukhari dan Muslim).

Artikel 23102023 Majidil Aqsa

Masjidil Aqsa di Palestina

Masjidil Aqsa di Palestina

Solidaritas kaum Muslimin itu diuji oleh Allah SWT dengan penjajahan Zionis Israel di Palestina. Solidaritas itu juga diuji dengan dikuasainya Masjidil Aqsha (Al-Quds) oleh Zionis Israel sejak tahun 1948. Sebagaimana diketahui bahwa Masjidil Aqsha adalah bumi tempat berpijak baginda Rasulullah saw ketika hendak Mi’raj ke Sidratil Muntaha dalam kisah Al-Quran Isra’ dan Mi’raj, sebagaimana digambarkan dalam Surah Al-Isra’ ayat 1:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ


Terjemahnya: Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya) agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Masjidil Aqsha dalam ayat di atas digambarkan sebagai tempat suci yang diberkahi, yang merupakan qiblat pertama bagi umat Islam dalam melaksanakan ibadah shalatnya.

Dengan didirikannya negara Israel yang tidak sah, pada tahun 1948 maka sejak saat itulah praktis Masjidil Aqsha dikuasai oleh kaum Yahudi Zionis Israel sehingga seluruh penguasaan dan pengelolaan Masjid tersebut berada sepenuhnya di tangan penjajan Yahudi Zionis Israel.

Deklarasi Hari Al-Quds Sedunia

Menyadari bahaya yang sangat besar yang ditimbulkan oleh penguasaan Zionis Israel atas Masjidil Aqsha dan bumi Palestina, maka Ayatullah Sayyed Ruhullah Al-Musawi Al-Khomeini mendeklarasikan Hari Al-Quds sedunia pada tanggal 7 Agustus 1979, 7 bulan setelah kemenangan Revolusi Islam atas Syah Iran yang didukung oleh Amerika Serikat, sebagai boneka Barat.

Artikel 23102023 Ruhollah Khomeini

Ruhollah Khomeini, Sumber Wikipedia

Pada tanggal 7 Agustus 1979, tak lama setelah Revolusi Islam, Ayatollah Khomeini mencanangkan Hari Quds sebagai hari solidaritas tahunan melawan “perampas kekuasaan”, yaitu Israel.

Dalam kesempatan itu Ayatullah Khomeini menyatakan:

“Saya mengundang umat Islam di seluruh dunia untuk menjadikan sakral hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan sebagai Hari Al-Quds dan untuk menyatakan solidaritas internasional umat Islam dalam mendukung hak-hak sah umat Islam di Palestina. Selama bertahun-tahun, saya telah memberi tahu umat Islam tentang bahaya yang ditimbulkan oleh perampas kekuasaan Israel, yang saat ini telah mengintensifkan serangan biadabnya terhadap saudara-saudari Palestina, dan yang, khususnya di Lebanon selatan, terus-menerus mengebom rumah-rumah warga Palestina dengan harapan dapat menghancurkan warga Palestina. Saya meminta seluruh umat Islam di dunia dan pemerintahan Muslim untuk bersama-sama memutuskan tangan para perampas kekuasaan dan para pendukungnya. Saya menyerukan kepada umat Islam di dunia untuk memilih Hari Al-Quds pada hari Jumat terakhir di bulan suci Ramadhan. Ramadhan – yang merupakan periode yang menentukan dan juga dapat menjadi penentu nasib rakyat Palestina – dan melalui upacara yang menunjukkan solidaritas umat Islam di seluruh dunia, mengumumkan dukungan mereka terhadap hak-hak sah umat Islam. Saya memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas kemenangan umat Islam atas orang-orang kafir.”

Sejak saat itu Umat Islam Seluruh Dunia berbondong –bondong memperingati Hari Pembebasan Al-Quds (Masjidil Aqsha di Palestina).

Komitmen Mendukung Pembebasan Al-Quds dari cengkeraman penjajahan Israel itu dilakukan dengan melatih Perlawanan Palestina yang meliputi: Hamas (Palestina), Jihad Islam (Palestina), Faksi-Faksi Pejuang Palestina, dan juga kelompok-kelompok perlawanan lain di berbagai negara yang mempunyai tekad bersama untuk membebaskan Masjidil Aqsha dan bumi Palestina dari penjajahan Zionis Israel, yaitu: Hizbullah (Lebanon), Al-Hautsi (Yaman), Tentara Arab Suriah (Suriah), Hasyid Sya’bi (Iraq) dilatih oleh Jenderal Qasem Soleimani (Komandan Brigade Al-Quds Iran) untuk menghadapi Zionis Israel.

Artikel 23102023 Qasem Soleimani

Qasem Soleimani, Sumber Wikipedia

Peran Qasem Soleimani

Qasem Soleimani (bahasa Persiaقاسم سلیمانی), (11 Maret 1957 – 3 Januari 2020) merupakan perwira militer senior Iran dalam Pasukan Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dan sejak tahun 1998 menjadi komandan dari Pasukan Quds—sebuah divisi yang bertanggung jawab untuk operasi ekstrateritorial dari Iran.[9]

Pasukan Quds telah lama memberikan bantuan militer untuk Hizbullah di Lebanon dan Hamas di wilayah Palestina. Pada tahun 2012, Soleimani membantu pemerintah Suriah, sekutu penting Iran, selama perang melawan Daesh atau Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). 

Soleimani digambarkan sebagai "perwira yang paling berpengaruh di Timur Tengah saat ini" dan ahli strategi dan taktik militer pada upaya Iran memerangi pengaruh Barat.[16]

Qasem Soleimani saat memegang komando Pasukan Quds memiliki peran penting dalam memperkuat Hizbullah Lebanon dan kelompok-kelompok pejuang Palestina yang bukti konkritnya dapat disaksikan dalam berbagai peperangan, di antaranya perang 33 hari Hizbullah dan kemenangan para pejuang Palestina dalam perang 22 hari melawan Rezim Zionis.

Soleimani berhasil membentuk “Al-Hashad Al-Shabi” di Irak dan “Pasukan Pertahanan Nasional” di Suriah. Karena perannya dalam mengatur strategi kawasan dan menghadapi musuh, media-media dalam dan luar negeri memberikan banyak julukan kepadanya, seperti “The Shadow Commander”, “Jenderal Internasional”, “Komandan Hantu”, “Komandan Misterius”, “Mimpi Buruk Musuh”, “Malik Asytar masa kini”, “Jenderal Haji Qasem”.(https://www.khabaronline.ir/news/1338199/)

Qasem Soleimani inilah komandan yang dipandang paling berjasa dalam membangunan kekuatan perlawanan Islam di seluruh dunia dalm melawan arogansi dunia, Israel, Amerika dan sekutu Baratnya.

Dalam konteks perang terakhir di Israel melawan Palestina, maka Qasem Soleimani inilah yang mengubah perlawanan Palestina dari era senjata batu dan ketapel menjadi era rudal, drone, dan persenjataan serta strategi perang modern.

Pemimpin Tertinggi Iran: Insya Allah, Tak Akan Ada Israel 25 Tahun Lagi

Artikel 23102023 Ayatollah Ali Khamenei

Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyebut keberadaan Israel tidak akan lama. Khamenei menyebut, rezim Zionis sudah akan menghilang dalam waktu 25 tahun ke depan. Pernyataannya itu disampaikan pada tahun 2015.

"Saya ingin mengatakan (kepada Israel) bahwa mereka tidak akan melihat (akhir) dari 25 tahun mendatang," ucap Khamenei saat berbicara di Imam Khomeini Mosque di Teheran seperti dikutip kantor berita IRNA dan dilansir CNN, Jumat (11/9/2015).

Siklus 80 Tahunan, Israel di Ambang Kebinasaan

Perdana Menteri Israel Naftali Bennet pada Juni 2022 memperingatkan kepada rakyatnya terhadap siklus 80 tahunan Israel berupa perpecahan, konflik. Kesimpulan besarnya, Israel berada di ambang kehancuran. “Kita bertanya-tanya, apakah kita akan mampu melestarikan Israel?” kata Bennet ragu.

Menurut Bennet, saat ini mendekati siklus 80 tahunan ketiga. Perpecahan pertama terjadi saat 80 tahun Israel dibentuk. Perpecahan kedua pas 77 tahun setelahnya. “Sekarang hidup di era ketiga, dan mendekati 80 tahun”.

Peringatan Bennet ini boleh dibilang merupakan akumulasi serangkaian peringatan yang disampaikan tokoh-tokoh Yahudi, termasuk kalangan rabbi (pemimpin agama Yudaisme). Salah satunya ditayangkan di YouTube oleh channel Rian Hamzah dengan judul Ibadah di Sinagog Ricuh. Konten ini mulai tayang tahun 2021 lalu, dilihat 1,7 juta, 11 ribu like.

Dalam tayangan itu divisualkan, seseorang (kemungkinan rabbi) berteriak-teriak di dalam sinagog sambil mendorong dan menampar orang lain. “Mari keluar dari Palestina. Karena waktunya turun laknat kepada kaum Yahudi itu telah tiba. Tiada lagi tempat berlindung dan tempat berlari darinya.”

“Keluarlah dari tanah Palestina dan berpencarlah ke berbagai belahan bumi, sebelum kalian dibinasakan. Bangunlah kalian. Sadarlah kalian. Sebelum kalian semua dibinasakan. Sebab waktu terjadinya hal ini benar-benar sudah dekat”, tegasnya.

Pandangan orang di video itu merupakan representasi dari kelompok tertentu di komunitas Yahudi dunia. Termasuk pemikir Yahudi di Amerika Serikat, Noam Chomsky. Mereka berpandangan bahwa mereka tidak punya hak atas tanah Palestina (Israel sekarang). Karena Tuhan melarang mereka kembali sebagai hukuman di dunia atau dosa-dosa mereka.

Bangsa Yahudi terpecah-pecah dan saling bermusuhan sesuai penegasan Alquran surah Al Maidah 64. “Dan Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat”.

Peringatan bahwa bangsa Yahudi akan dibinasakan jika tidak keluar dari tanah Palestina, sejalan dengan Alquran surah Al-Isra’ 5-8. Setelah mengalami penghancuran dan pengusiran dua kali sebagai hukuman dari Allah, mereka dilarang kembali ke Yerusalem atau Palestina. “Mudah-mudahan Tuhan kamu melimpahkan rahmat kepada kamu, tetapi jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (mengazabmu). Dan Kami jadikan neraka jahanam penjara bagi orang kafir.” (Al Isra 8).

Allah berfirman dalam Al-Quran mengenai nasib orang kafir dari Bani Israel:

لُعِنَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا مِنۡۢ بَنِىۡۤ اِسۡرَآءِيۡلَ عَلٰى لِسَانِ دَاوٗدَ وَعِيۡسَى ابۡنِ مَرۡيَمَ‌ ؕ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُوۡا يَعۡتَدُوۡنَ

Terjemahnya: Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas.

Itulah nasib tragis Zionis Israel dengan negara illegalnya itu.

Referensi:

 

Hubungi Kami

Pengadilan Tinggi Agama Samarinda

Jl. MT. Haryono No. 24 Samarinda

Prov. Kalimantan Timur

Telp: 0541-733337
Fax: 0541-746702

Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

 

icons8 facebook old 48icons8 instagram 48icons8 youtube squared 48icons8 address 48icons8 whatsapp 48icons8 twitter 48